[SALAH] “Kebaktian memakai Jilbab, video sebelum Gempa terjadi di Cianjur”

MENYESATKAN, daur ulang pelintiran yang sudah pernah disebarkan pada tahun 2017 lalu. BUKAN acara kebaktian dan TIDAK berkaitan dengan Gempa Cianjur baru-baru ini (tahun 2022), FAKTA: lagu yang dinyanyikan adalah Hymne SMAN 1 Karawang di sebuah acara reuni.

Selengkapnya di bagian PENJELASAN dan REFERENSI.

KATEGORI: Konten yang Menyesatkan.

SUMBER: Twitter, https://archive.ph/18nyc (arsip cadangan).

NARASI: “Kampung Palalangon CIANJUR daerah Kristen 100%, Kebaktian kaum hawa nya memakai Jilbab, video sebelum Gempa terjadi di Cianjur.”

PENJELASAN

Berdasarkan 7 Jenis Mis- dan Disinformasi oleh First Draft News, termasuk “Konten yang Menyesatkan: Penggunaan informasi yang sesat untuk membingkai sebuah isu atau individu”. [1]

SUMBER membagikan konten dengan menambahkan narasi yang menimbulkan kesimpulan yang MENYESATKAN, daur ulang pelintiran yang sudah pernah disebarkan pada tahun 2017 lalu. BUKAN acara kebaktian dan TIDAK berkaitan dengan Gempa Cianjur baru-baru ini (tahun 2022), FAKTA: lagu yang dinyanyikan adalah Hymne SMAN 1 Karawang di sebuah acara reuni.

Verifikasi Video

Salah satu video yang identik, Daud Saepudin Amd.si di Instagram pada 26 Desember 2017: “Hymne SMAN 1 karawang @sman1karawanghits” [2]

Referensi Lainnya yang Berkaitan

Sabiqa Uqda Walid Ahlisa di Facebook pada 30 Desember 2017: “Padahal kalau mereka teliti dalam mendengar lagu nya dan tahu tempat nya, itu merupakan lagu HYMNE SMA Saya yaitu SMAN 1 Karawang dan latarnya di salah satu tempat makan yg sedang mengadakan REUNI AKBAR SMANSAKA.” [3]

MOJOK.CO pada 30 Desember 2017: “Ini tentang video yang tidak viral-viral amat, tapi mungkin sebentar lagi akan viral. Diunggah pada 26 Desember 2017 oleh akun yang tampaknya bukan anonim. Dalam video tersebut, tampak puluhan orang dalam satu ruangan tengah menyanyikan lagu. Yang hadir adalah bapak-bapak dan ibu-ibu yang sebagiannya berjilbab. Jelas lagu yang dinyanyikan adalah lagu berbahasa Indonesia dan tempat pertemuan berlokasi di Indonesia. Sekilas, suasana di video memang tampak seperti acara kebaktian karena hadirinnya menyanyi sambil membaca lirik lagu di kertas dengan diiringi musik organ. Oleh si pengunggah, pada video tersebut disertakan kepsyen yang berbunyi, “IBU2 YG BERJILBAB INI APA AGAMANYA KIRA2. ADA YG TAU?”” [4]

Historia.id: “GUNUNG Halu, Cianjur, 25 Desember 2015. Suara lonceng yang berdentang dari Gereja Kristen Pasundan (GKP) Palalangon tiba-tiba berhenti di tengah hari itu. Sebagai gantinya, dari berbagai arah kampung tersebut berkumandanglah suara adzan. Situasi di hari Natal itu terkesan memang kontras, tapi bagi warga wilayah Gunung Halu hal tersebut memang sudah biasa. “Sengaja genta gereja kami hentikan, supaya saudara-saudara Muslim kami bisa fokus menjalankan shalat Jumat,” ujar Yudi Setiawan (43), koster (pembantu) di GKP Palalangon.” [5]

merdeka.com: “Di balik nuansa Islamnya yang kuat, daerah yang terkenal dengan hasil pertaniannya ini ternyata juga memiliki perkampungan Kristiani yang telah ada sejak ratusan tahun silam. Kampung tersebut adalah Kampung Kampung Palalangon yang berada di wilayah Gunung Halu dan mulai ditempati oleh masyarakat Kristen Pribumi pada masa Bupati Cianjur era Raden Prawiradiredja (1862-1910).” [6]

REFERENSI

[1] firstdraftnews.org: “Memahami gangguan informasi” (Google Translate), https://bit.ly/3wHx0lO / https://archive.ph/iCp3w (arsip cadangan).

[2] instagram.com, http://bit.ly/3gHJruc / https://archive.ph/CNqFl (arsip cadangan).

[3] facebook.com: “KLARIFIKASI MENGENAI VIDEO YANG MUNGKIN SEDANG BEREDAR MENGENAI KEBAKTIAN DENGAN PAKAIAN SEPERTI DIBAWAH INI”, http://bit.ly/3F7yvPI / https://archive.ph/hUqYn (arsip cadangan).

[4] mojok.co: “Hahaha, Lagu Sesat Ini Ternyata Himne SMA N 1 Karawang”, http://bit.ly/3GNXucg / https://archive.ph/QiuSa (arsip cadangan).

[5] historia.id: “Berabad Riwayat Umat Kristen di Cianjur”, http://bit.ly/3UdZ5en / https://archive.ph/Hbvnb (arsip cadangan).

[6] merdeka.com: “Menilik Sejarah Kampung Palalangon Cianjur, Permukiman Kristiani Tertua di Jawa Barat”, http://bit.ly/3VBSQSV / https://archive.ph/LNmhW (arsip cadangan).