[SALAH] Foto Kucing Bernama Mikael “Panther of Kharkiv” yang Dilatih Tentara Ukraina

Hasil Periksa Fakta Renanda Dwina Putri (Anggota Komisariat MAFINDO Universitas Pendidikan Indonesia)

Faktanya, foto tersebut telah beredar sejak tahun 2018 dan di luar konteks perang Rusia – Ukraina yang terjadi saat ini.

Selengkapnya di bagian penjelasan.

====

Kategori: Konten Parodi

====
Sumber: Twitter
https://archive.ph/RA6ds

====

Narasi:

“#AdoptDontShop
Ukraine army cats are trained to spot and direct the location of Russian sniper laser dots. This is Mikael called “The panther of Kharkiv” who single handed exposed the location of 4 snipers which ended in their deaths.”

“#AdoptDontShop
Kucing tentara Ukraina dilatih untuk menemukan dan mengarahkan lokasi titik laser penembak jitu Rusia. Ini adalah Mikael yang disebut “Panther of Kharkiv” yang dia sendirian mengungkap lokasi 4 penembak jitu yang berakhir dengan kematian mereka.”

====

Penjelasan:

Akun Twitter Grild Cheez (@grild_cheez) mengunggah cuitan berupa foto seekor kucing bersama seorang tentara dengan narasi bahwa kucing tersebut bernama Mikael yang dengan seorang diri mengungkap 4 lokasi 4 penembak jitu Rusia. Cuitan yang diunggah pada 28 Februari 2022 itu telah mendapat atensi berupa 484 retweet dan 2 rb suka.

Berdasarkan hasil penelusuran, foto kucing itu telah beredar sebelum perang antara Rusia dan Ukraina terjadi saat ini. Foto tersebut sebelumnya pernah diunggah oleh akun Twitter UkARMY cats & dogs (@Uaarmy_animals) pada 25 Juli 2018. Selain itu, mengutip dari AFP, menurut mantan direktur Institut Perang Modern di West Point yang pernah menjabat sebagai penasihat pertahanan untuk Ukraian, Liam Collins, klaim cuitan tersebut bagaikan “complete garbage”.

“Saya tidak bisa membayangkan seekor kucing dilatih untuk mengikuti pasukan di sekitar dan menunggu laser. Penembak jitu sejati tidak akan memberikan posisi mereka,” ungkap Collins kepada AFP.

Dengan demikian, cuitan akun Twitter Grild Cheez (@grild_cheez) dikategorikan sebagai Konteks yang Salah.

====

Referensi:

https://factcheck.afp.com/doc.afp.com.324V9UT

Editor: Bentang Febrylian